Kamis, 06 Juni 2013
Menanti Pembukaan Kuala Namu International Airport
Ada yang belum tahu Bandara Kuala Namu?
Bandar Udara Internasional Kuala Namu adalah sebuah bandar udara baru untuk kota Medan, Indonesia. Lokasinya merupakan bekas areal perkebunan PT. Perkebunan Nusantara II Tanjung Morawa, terletak di Kuala Namu, Desa Beringin, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang. Kuala Namu akan menggantikan Bandara Polonia yang sudah berusia lebih dari 70 tahun. Saat selesai dibangun, Kuala Namu yang diharapkan dapat menjadi bandara pangkalan transit internasional untuk kawasan Sumatra dan sekitarnya..
Wowowo saya sekarang masih menunggu pembukaan bandara yang menurut saya menjadi bandara paling keren se-Indonesia. Kuala Namu Internaional Airport atau kita panggil KNIA. Arsitektur bandara ini sangat modern baik interior maupun eksteriornya. Dari luar bandara ini akan kelihatan glassy atau banyak kacanya, sehingga nggak perlu butuh banyak lampu saat siang hari.
Mengapa Lampu Kabin Dimatikan Saat Tinggal Landas Atau Mendarat Malam Hari?
Suatu kali mungkin anda bertanya
mengapa lampu kabin dimatikan
atau diredupkan saat hendak lepas
landas dan mendarat ketika petang
dan malam hari? Apapun
perkiraan anda, ini tidak ada
hubungannya dengan penghematan
sumber tenaga meskipun sejatinya
ini adalah ide yang sangat baik
untuk mendukung kampanye
“ green environment”. Biasanya
awak kabin memberitahu para
penumpang melalui PA (public
announcement ) bahwa lampu
kabin akan dimatikan dan
diredupkan, namun sebagian dari
anda masih bertanya-tanya alasan
di balik prosedur baku tersebut.
Prosedur ini berhubungan erat
dengan karakter penglihatan
manusia terkait adaptasi mata
disaat gelap.Termasuk ke dalam
fase kritis dalam sebuah
penerbangan adalah saat lepas
landas dan pendaratan. Jika
sesuatu yang sangat genting terjadi
ketika dalam fase tersebut dan
seluruh penumpang harus segera
dievakuasi keluar dari pesawat
terbang, keadaan di luar pesawat
yang gelap dan keadaan di dalam
kabin yang terang benderang akan
menimbulkan efek “kebutaan
sesaat” yang menyulitkan proses
evakuasi yang dapat berakibat
fatal bagi keselamatan seluruh
penumpang dan awak kabin,
Sama halnya ketika listrik di
lingkungan sekitar anda padam di
malam hari. Selain kesal, anda
nyaris tidak dapat meilhat apa-
apa. Namun dengan perlahan anda
mulai dapat mengidentifikasi
sesuatu di sekitar anda hingga
anda dapat mengambil lilin di
sebuah lemari di dapur anda tanpa
harus membentur lemari
pendingin, kursi atau tersandung
sebuah rak sepatu misalnya.
Begitu juga di pesawat. Ketika
mata anda sudah beradaptasi
dengan keadaan gelap atau
minimnya pencahayaan, maka
anda dapat mengidentifikasi
sesuatu termasuk asap dan api
yang mungkin muncul di dalam
pesawat dalam keadaan yang
sangat genting. Dengan begitu,
anda dapat memutuskan untuk
keluar dari pintu darurat yang
terhalang atau diselimuti asap dan
api. Hal ini dikarenakan mata
manusia membutuhkan rata-rata
20 menit untuk beradaptasi dari
keadaan terang ke keadaan gelap.
Biasanya prosedur ini juga diikuti
oleh dibukanya jendela kabin
penumpang untuk alasan yang
senada seperti di atas.
Salah satu tugas awak kabin adalah
membuat mereka yang gelisah dan
cemas akan terbang untuk merasa
nyaman dan aman. Maka mereka
cenderung untuk tidak berpanjang
lebar menjelaskan alasan di balik
prosedur ini. Bahkan seorang pilot
mungkin saja mengatakan kepada
para penumpang bahwa lampu
kabin dimatikan karena pesawat
membutuhkan tenaga ekstra untuk
lepas landas atau hal senada yang
terdengar normal dan rutin.
Apakah awak kabin akan
mematikan total atau hanya
meredupkan lampu kabin
tergantung dari SOP sebuah
maskapai itu sendiri.
Selamat terbang!
Keajaiban Al Qur’an dan Ilmu Pengetahuan
Benar
kiranya jika Al Qur’an disebut sebagai mukjizat. Bagaimana tidak,
ternyata ayat-ayat Al Qur’an yang diturunkan di abad ke 7 masehi di mana
ilmu pengetahuan belum berkembang (saat itu orang mengira bumi itu rata
dan matahari mengelilingi bumi), sesuai dengan ilmu pengetahuan modern
yang baru-baru ini ditemukan oleh manusia.
Sebagai contoh ayat di bawah:
“Dan
apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan
bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan
antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” [Al Anbiyaa:30]
Saat
itu orang tidak ada yang tahu bahwa langit dan bumi itu awalnya satu.
Ternyata ilmu pengetahuan modern seperti teori Big Bang menyatakan bahwa
alam semesta (bumi dan langit) itu dulunya satu. Kemudian akhirnya
pecah menjadi sekarang ini.
Kemudian
ternyata benar segala yang bernyawa, termasuk tumbuhan bersel satu
pasti mengandung air dan juga membutuhkan air. Keberadaan air adalah
satu indikasi adanya kehidupan di suatu planet. Tanpa air, mustahil ada
kehidupan. Inilah satu kebenaran ayat Al Qur’an.
Tatkala
merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur’an, ditegaskan bahwa
masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu.
“Dan
Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan.
Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (Al
Qur’an, 21:33)
Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:
“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (Al Qur’an, 36:38)
Langit yang mengembang (Expanding Universe)
Dalam
Al Qur’an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih
terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut
ini:
“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (Al Qur’an, 51:47)
Menurut Al Qur’an langit diluaskan/mengembang. Dan inilah kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.
Sejak
terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah mengembang secara
terus-menerus dengan kecepatan maha dahsyat. Para ilmuwan menyamakan
peristiwa mengembangnya alam semesta dengan permukaan balon yang sedang
ditiup.
Hingga
awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia
ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada
sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan
perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa
alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus
“mengembang”.
Pada
awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli
kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan
menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.
Fakta
ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929.
Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom
Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak
saling menjauhi.Baca selengkapnya
Minggu, 14 April 2013
Gedung-gedung Baru di Malang
Sekarang bisa dilihat, banyak bangunan baru di Malang, mulai hotel, apartemen, hall, dll. Berikut akan mimin jelaskan beberapa proyek di Malang. Silahkan dibaca.:)
1. Apartemen Menara Soekarno Hatta
Sesuai dengan namanya, apartemen dengan 18 lantai dan dua basement ini terletak di Jl. Soekarno Hatta atau biasa disebut Suhat. Lokasinya lebih tepatnya di sebelah Jembatan Suhat. Apartemen yang dibangun oleh kontraktor CBM ini memiliki lokasi yang sangat strategis.
2. Ibis Styles
Hotel ini terletak di Jl. Letjend. S Parman, dekat dengan Pizza Hut Ciliwung dan tepat bersebelahan dengan Kantor Telkomsel yang baru. Bangunan berketinggian 12 lantai ini dibangun di bekas Hotel Bahagia.
3. Swiss Bell @MX
Hotel yang masih satu kompleks dengan @MX Mall ini memiliki 12 lantai (termasuk parkiran). Hotel ini diselesaikan oleh anak perusahaan kontraktor ternama di Indonesia yaitu Wijaya Karya Gedung. Lokasi hotel ini sangat strategis karena sekomplek dengan @MX, bertetanggaan dengan Matos yang merupakan salah satu mall ternama di Malang, dan dekat dengan berbagai tempat penting karena lokasinya di tengah kota.
1. Apartemen Menara Soekarno Hatta
Sesuai dengan namanya, apartemen dengan 18 lantai dan dua basement ini terletak di Jl. Soekarno Hatta atau biasa disebut Suhat. Lokasinya lebih tepatnya di sebelah Jembatan Suhat. Apartemen yang dibangun oleh kontraktor CBM ini memiliki lokasi yang sangat strategis.
2. Ibis Styles
Hotel ini terletak di Jl. Letjend. S Parman, dekat dengan Pizza Hut Ciliwung dan tepat bersebelahan dengan Kantor Telkomsel yang baru. Bangunan berketinggian 12 lantai ini dibangun di bekas Hotel Bahagia.
3. Swiss Bell @MX
Hotel yang masih satu kompleks dengan @MX Mall ini memiliki 12 lantai (termasuk parkiran). Hotel ini diselesaikan oleh anak perusahaan kontraktor ternama di Indonesia yaitu Wijaya Karya Gedung. Lokasi hotel ini sangat strategis karena sekomplek dengan @MX, bertetanggaan dengan Matos yang merupakan salah satu mall ternama di Malang, dan dekat dengan berbagai tempat penting karena lokasinya di tengah kota.
Senin, 11 Maret 2013
Berasa di Indonesia?
Indonesia terbentang luas muai dari Sabang sampai Merauke. Kadang kita tak sadar akan keindahanya. Beberapa tempat di Indonesia ada yang berasa tidak di indonesia. Feel in Indonesia?
Eropa?
Entah mengapa gambar diatas serasa di Jepang, namun sebenarnya adalah Surabaya. Dilihat dari fotonya, kemungkinan diambil dari kebun binatang Surabaya.
Senin, 04 Maret 2013
Inilah Bahaya Makan dan Minum Sambil Berdiri
Dalam hadist disebutkan
"janganlah kamu minum sambil
berdiri". Dari segi kesehatan, air
yang masuk dengan cara duduk
akan disaring oleh sfringer. Sfringer
adalah suatu struktur maskuler
berotot yang bisa membuka dan
menutup agar air kemih bisa lewat.
Dan ternyata sfringer ini hanya
bekerja pada saat kita duduk.
Sehingga jika kita minum atau
makan sambil berdiri, air yang
masuk ke dalam tubuh akan masuk
begitu saja tanpa disaring oleh
sfringer.
Selasa, 26 Februari 2013
Sejarah Ringkas Indonesia
Merasa bosan jika harus belajar sejarah? Mungkin dengan video ini anda akan lebih mudah memahami sejarah Indonesia. Selain dijelaskan secara ringkas, gambar-gambarnya pun tidak membosankan, dan sangat bagus.
Langganan:
Postingan (Atom)