Sekarang para arsitek rupanya semakin 'gila' mendesain gedung-gedung yang ramah lingkungan. Salah satunya gedung yang terbuat dari botol plastik. Botol plastik yang sebelumnya hanyalah sampah yang menimbulkan masalah, bisa menjadi manfaat. Di taiwan sampah botol plastik sudah banyak, bahkan sampah tersebut jika dibariskan bisa mengelilingi pulau Taiwan sampai berkali-kali. Gedung ini bukan semuanya terbuat dari plastik, namun dindingnya terbuat dari botol plastik.
Bangunan yang di desain oleh Arthur Wang, dan dikenal dengan nama EcoArk
itu selesai didirikan tahun 2010, dan menjadi salah satu daya tarik
utama di Taipei International Flora Expo 2010-2011.
Tampilkan postingan dengan label green. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label green. Tampilkan semua postingan
Selasa, 25 Juni 2013
Selasa, 25 September 2012
Beijing Water Cube
Setelah blog Inspiring Experience membahas Garden By The Bay di post sebelumnya, kini saatnya membahas masalah Beijing Water Cube. Sudah tahukah anda apa itu?

Beijing Water Cube terletak di Beijing.
Dinding luar Water Cube terbuat dari plastik, namun bukan plastik biasa. ETFE dipilih sebagai plastik yang menjadi dinding luar Water Cube. Dengan penggunaan ETFE di Beijing Water Cube dapat mengurangi panas yang ada di dalam gedung saat musim panas. Dengan begitu biaya pemakaian energi dapat dikurangi 30%. Dinding ETFE juga memungkinkan bobot gedung menjadi lebih ringan. Anda mungkin khawatir bagaimana jika gedung yang menandung banyak plastik ini terbakar? Namun gedung plastik ber ETFE ini tidak dapat terbakar plastiknya,jika dibakar akan plastiknya akan berlubang. Lubang tersebut dapat membuat asap dengan mudah keluar sehingga asap didalam gedung tidak terlalu pekat sehingga pengunjung di dalam dapat lebih aman. Dilihat dari luar, Water Cube terlihat seperti gelembung-gelembung sabun. Desain tersebut tak hanya asal, namun memiliki manfaat. Jumlah dari gelembung yang terdapat di cladding Water Cube adalah 4000.
Sumber-sumber:
National Geographic Channel: Megastructures
Wikipedia
beijingholidays.net

.
.
.
Dinding luar Water Cube terbuat dari plastik, namun bukan plastik biasa. ETFE dipilih sebagai plastik yang menjadi dinding luar Water Cube. Dengan penggunaan ETFE di Beijing Water Cube dapat mengurangi panas yang ada di dalam gedung saat musim panas. Dengan begitu biaya pemakaian energi dapat dikurangi 30%. Dinding ETFE juga memungkinkan bobot gedung menjadi lebih ringan. Anda mungkin khawatir bagaimana jika gedung yang menandung banyak plastik ini terbakar? Namun gedung plastik ber ETFE ini tidak dapat terbakar plastiknya,jika dibakar akan plastiknya akan berlubang. Lubang tersebut dapat membuat asap dengan mudah keluar sehingga asap didalam gedung tidak terlalu pekat sehingga pengunjung di dalam dapat lebih aman. Dilihat dari luar, Water Cube terlihat seperti gelembung-gelembung sabun. Desain tersebut tak hanya asal, namun memiliki manfaat. Jumlah dari gelembung yang terdapat di cladding Water Cube adalah 4000.
Sumber-sumber:
National Geographic Channel: Megastructures
Wikipedia
beijingholidays.net
Jumat, 21 September 2012
Gardens By The Bay, Hebat!
Singapore sepertinya masih terus membangun, setelah sukses membangun mega proyek gedung kembar tiga yang ikonik (Marina Bay Sands), kini Singapore telah membangun botanikal park spektakuler. Dibangun diatas tanah reklamasi, muncul sebuah botanical park yang bernama Gardens By The Bay.
Sebuah taman botani modern.
Ini ada videonya dari Youtube:
Memang hebat bukan? Sebuah negara kecil namun patut diacungi jempol karena kehebatanya.
National Geographic Channel: Megastructures
Sebuah taman botani modern.
Ini ada videonya dari Youtube:
Memang hebat bukan? Sebuah negara kecil namun patut diacungi jempol karena kehebatanya.
- Flower Dome, merupakan konservatori dari tanaman-tanaman Mediterania dan negara-negara dengan curah hujan cenderung rendah. Buka dari pukul 9 pagi hingga 9 malam, Tiket masuk wisatawan luar negeri ke konservatori ini seharga S$28 untuk dewasa dan S$15 untuk anak-anak, sudah termasuk tiket masuk ke area Cloud Forest.
- Cloud Forest, tempat dimana anda akan menemukan keindahan air terjun yang berada dalam ruangan beserta tanaman-tanaman lain yang memberikan nuansa berbeda dari Flower Dome.
- Supertree Grove, adalah pohon-pohon besar yang dibentuk oleh lebih dari 160 ribu tanaman dengan 200 ragam spesies dan membentuk taman vertikal. Anda juga bisa naik keatas pohon raksasa ini melalui beton yang dibuat ditengahnya. Tiket masuk ketaman yang dibuka sejak pukul 5 pagi hingga 2 pagi ini gratis, namun untuk menaiki OCBC Highway yang dibuka dari pukul 9 pagi hingga 9 malam, anda perlu merogoh kocek sebesar S$5 untuk dewasa dan S$3 untuk anak-anak.
Ini ada beberapa fotonya:
Sumber-sumber:
Sabtu, 31 Juli 2010
Apa itu Pemanasan Global
"Panas banget ya hari ini!” Seringkah Anda mendengar pernyataan tersebut terlontar dari orang-orang di sekitar Anda ataupun dari diri Anda sendiri? Anda tidak salah, data-data yang ada memang menunjukkan planet bumi terus mengalami peningkatan suhu yang mengkhawatirkan dari tahun ke tahun. Selain makin panasnya cuaca di sekitar kita, Anda tentu juga menyadari makin banyaknya bencana alam dan fenomena-fenomena alam yang cenderung semakin tidak terkendali belakangan ini. Mulai dari banjir, puting beliung, semburan gas, hingga curah hujan yang tidak menentu dari tahun ke tahun. Sadarilah bahwa semua ini adalah tanda-tanda alam yang menunjukkan bahwa planet kita tercinta ini sedang mengalami proses kerusakan yang menuju pada kehancuran! Hal ini terkait langsung dengan isu global yang belakangan ini makin marak dibicarakan oleh masyarakat dunia yaitu Global Warming (Pemanasan Global). Apakah pemanasan global itu? Secara singkat pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi. Pertanyaannya adalah: mengapa suhu permukaan bumi bisa meningkat?
Penyebab Pemanasan Global
Penelitian yang telah dilakukan para ahli selama beberapa dekade terakhir ini menunjukkan bahwa ternyata makin panasnya planet bumi terkait langsung dengan gas-gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktifitas manusia. Khusus untuk mengawasi sebab dan dampak yang dihasilkan oleh pemanasan global, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) membentuk sebuah kelompok peneliti yang disebut dengan International Panel on Climate Change (IPCC). Setiap beberapa tahun sekali, ribuan ahli dan peneliti-peneliti terbaik dunia yang tergabung dalam IPCC mengadakan pertemuan untuk mendiskusikan penemuan-penemuan terbaru yang berhubungan dengan pemanasan global, dan membuat kesimpulan dari laporan dan penemuan- penemuan baru yang berhasil dikumpulkan, kemudian membuat persetujuan untuk solusi dari masalah tersebut . Salah satu hal pertama yang mereka temukan adalah bahwa beberapa jenis gas rumah kaca bertanggung jawab langsung terhadap pemanasan yang kita alami, dan manusialah kontributor terbesar dari terciptanya gas-gas rumah kaca tersebut. Kebanyakan dari gas rumah kaca ini dihasilkan oleh peternakan, pembakaran bahan bakar fosil pada kendaraan bermotor, pabrik-pabrik modern, peternakan, serta pembangkit tenaga listrik.
Apa itu Gas Rumah Kaca?
Atmosfer bumi terdiri dari bermacam-macam gas dengan fungsi yang berbeda-beda. Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan istilah “gas rumah kaca”. Disebut gas rumah kaca karena sistem kerja gas-gas tersebut di atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari di dalamnya agar suhu di dalam rumah kaca tetap hangat, dengan begitu tanaman di dalamnya pun akan dapat tumbuh dengan baik karena memiliki panas matahari yang cukup. Planet kita pada dasarnya membutuhkan gas-gas tesebut untuk menjaga kehidupan di dalamnya. Tanpa keberadaan gas rumah kaca, bumi akan menjadi terlalu dingin untuk ditinggali karena tidak adanya lapisan yang mengisolasi panas matahari. Sebagai perbandingan, planet mars yang memiliki lapisan atmosfer tipis dan tidak memiliki efek rumah kaca memiliki temperatur rata-rata -32o Celcius.
Kontributor terbesar pemanasan global saat ini adalah Karbon Dioksida (CO2), metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak), Nitrogen Oksida (NO) dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC). Rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin memperparah keadaan ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer. Setiap gas rumah kaca memiliki efek pemanasan global yang berbedabeda. Beberapa gas menghasilkan efek pemanasan lebih parah dari CO2. Sebagai contoh sebuah molekul metana menghasilkan efek pemanasan 23 kali dari molekul CO2. Molekul NO bahkan menghasilkan efek pemanasan sampai 300 kali dari molekul CO2. Gas-gas lain seperti chlorofluorocarbons (CFC) ada yang menghasilkan efek pemanasan hingga ribuan kali dari CO2. Tetapi untungnya pemakaian CFC telah dilarang di banyak negara karena CFC telah lama dituding sebagai penyebab rusaknya lapisan ozon.
Apa Penyebab Utama Pemanasan Global?
Dalam laporan PBB (FAO) yang berjudul Livestock's Long Shadow: Enviromental Issues and Options (Dirilis bulan November 2006), PBB mencatat bahwa industri peternakan adalah penghasil emisi gas rumah kaca yang terbesar (18%), jumlah ini lebih banyak dari gabungan emisi gas rumah kaca seluruh transportasi di seluruh dunia (13%). Emisi gas rumah kaca industri peternakan meliputi 9 % karbon dioksida, 37% gas metana (efek pemanasannya 72 kali lebih kuat dari CO2), 65 % nitro oksida (efek pemanasan 296 kali lebih kuat dari CO2), serta 64% amonia penyebab hujan asam. Peternakan menyita 30% dari seluruh permukaan tanah kering di Bumi dan 33% dari area tanah yang subur dijadikan ladang untuk menanam pakan ternak. Peternakan juga penyebab dari 80% penggundulan Hutan Amazon.
Sedangkan laporan yang baru saja dirilis World Watch Institutmenyatakan bahwa peternakan bertanggung jawab atas sedikitnya 51 persen dari pemanasan global.
Penulisnya, Dr. Robert Goodland, mantan penasihat utama bidang lingkungan untuk Bank Dunia, dan staf riset Bank Dunia Jeff Anhang, membuatnya berdasarkan “Bayangan Panjang Peternakan”, laporan yang diterbitkan pada tahun 2006 oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO). Mereka menghitung bidang yang sebelumnya dan memperbarui hal lainnya, termasuk siklus hidup emisi produksi ikan yang diternakkan, CO2 dari pernapasan hewan, dan koreksi perhitungan sebenarnya yang menghasilkan lebih dari dua kali lipat jumlah hewan ternak yang dilaporkan di planet ini.
Emisi metana dari hewan ternak juga berperan sebesar 72 kali lebih dalam menyerap panas di atmosfer daripada CO2. Hal ini mewakili kenaikan yang lebih akurat dari perhitungan asli FAO dengan potensi pemanasan sebesar 23 kali. Meskipun demikian, para peneliti itu memberitahu bahwa perkiraan mereka adalah minimal, dan karena itu total emisi 51 persen masih konservatif.
Artikel dan gambar diatas diambil dari : http://www.pemanasanglobal.net/
Langganan:
Postingan (Atom)


