Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Juni 2013

Keajaiban Al Qur’an dan Ilmu Pengetahuan

Benar kiranya jika Al Qur’an disebut sebagai mukjizat. Bagaimana tidak, ternyata ayat-ayat Al Qur’an yang diturunkan di abad ke 7 masehi di mana ilmu pengetahuan belum berkembang (saat itu orang mengira bumi itu rata dan matahari mengelilingi bumi), sesuai dengan ilmu pengetahuan modern yang baru-baru ini ditemukan oleh manusia.
Sebagai contoh ayat di bawah:
“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” [Al Anbiyaa:30]
Saat itu orang tidak ada yang tahu bahwa langit dan bumi itu awalnya satu. Ternyata ilmu pengetahuan modern seperti teori Big Bang menyatakan bahwa alam semesta (bumi dan langit) itu dulunya satu. Kemudian akhirnya pecah menjadi sekarang ini.
Kemudian ternyata benar segala yang bernyawa, termasuk tumbuhan bersel satu pasti mengandung air dan juga membutuhkan air. Keberadaan air adalah satu indikasi adanya kehidupan di suatu planet. Tanpa air, mustahil ada kehidupan. Inilah satu kebenaran ayat Al Qur’an.
Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur’an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu.
“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (Al Qur’an, 21:33)
Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:
“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (Al Qur’an, 36:38)
Langit yang mengembang (Expanding Universe)
Dalam Al Qur’an, yang diturunkan 14 abad silam di saat ilmu astronomi masih terbelakang, mengembangnya alam semesta digambarkan sebagaimana berikut ini:
“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya.” (Al Qur’an, 51:47)
Menurut Al Qur’an langit diluaskan/mengembang. Dan inilah kesimpulan yang dicapai ilmu pengetahuan masa kini.
Sejak terjadinya peristiwa Big Bang, alam semesta telah mengembang secara terus-menerus dengan kecepatan maha dahsyat. Para ilmuwan menyamakan peristiwa mengembangnya alam semesta dengan permukaan balon yang sedang ditiup.
Hingga awal abad ke-20, satu-satunya pandangan yang umumnya diyakini di dunia ilmu pengetahuan adalah bahwa alam semesta bersifat tetap dan telah ada sejak dahulu kala tanpa permulaan. Namun, penelitian, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan teknologi modern, mengungkapkan bahwa alam semesta sesungguhnya memiliki permulaan, dan ia terus-menerus “mengembang”.
Pada awal abad ke-20, fisikawan Rusia, Alexander Friedmann, dan ahli kosmologi Belgia, George Lemaitre, secara teoritis menghitung dan menemukan bahwa alam semesta senantiasa bergerak dan mengembang.
Fakta ini dibuktikan juga dengan menggunakan data pengamatan pada tahun 1929. Ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, seorang astronom Amerika, menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus bergerak saling menjauhi.Baca selengkapnya

Senin, 04 Maret 2013

Inilah Bahaya Makan dan Minum Sambil Berdiri

Dalam hadist disebutkan "janganlah kamu minum sambil berdiri". Dari segi kesehatan, air yang masuk dengan cara duduk akan disaring oleh sfringer. Sfringer adalah suatu struktur maskuler berotot yang bisa membuka dan menutup agar  air kemih bisa lewat. Dan ternyata sfringer ini hanya bekerja pada saat kita duduk. Sehingga jika kita minum atau makan sambil berdiri, air yang masuk ke dalam tubuh akan masuk begitu saja tanpa disaring oleh sfringer.

Senin, 16 Agustus 2010

Syekh Zayed, Masjid Terbesar Ketiga di Dunia

Masjid Syekh Zayed yang berdiri megah di Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab (UEA), tercatat sebagai masjid terbesar ketiga di dunia setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Masjid yang secara resmi dibuka pada Ramadhan 2007 itu mampu meraih sejumlah rekor dunia.

Nama masjid itu diambil dari pendiri dan presiden pertama Uni Emirat Arab (UEA), Syekh Zayed bin Sultan al-Nahyan, yang juga dimakamkan di sekitar masjid. Masjid Syekh Zayed berlokasi di antara dua jembatan, yakni Mussafah dan Maqta. Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, masjid itu juga menjadi tempat wisata religi.

"Masjid ini adalah masjid terbesar ketiga di dunia setelah Masjidil Haram,'' tutur Deputi Kepala Proyek, Khawla al-Suleimani. Awalnya, masjid itu terlarang untuk dikunjungi non-Muslim. Namun, sejak Maret 2008, otoritas kepariwisataan Abu Dhabi membolehkan non-Muslim mengunjungi Masjid Syekh Zayed guna mempromosikan kebudayaan dan pemahaman keagamaan.

Pengunjung non-Muslim dilarang untuk menyentuh Alquran dan wanita harus menggunakan penutup kepala. Masjid Syekh Zayed meraih sejumlah rekor dunia, salah satunya, permadani yang dipasang di masjid itu tercatat sebagai permadani terbesar di dunia.

Permadani itu secara khusus didatangkan dari Iran dan didesain khusus oleh seniman negeri para mullah terkemuka, Ali Khaliqi. Luas permadani yang dipasang di masjid itu mencapai 5.627 meter persegi dan beratnya mencapai 47 ton-35 ton wol dan 12 ton kapas.

Tak cuma itu, masjid ini juga dilengkapi dengan kandil (lampu) terbesar di dunia. Masjid Syekh Zayed dihiasi tujuh lampu berlapis emas dan tembaga yang terbuat dari kristal Swarovsky. Ketujuh lampu itu secara khusus didatangkan dari Jerman. Kandil terbesar berdiameter 10 meter dan tinggi 15 meter.Luas masjid itu mampu menampung 40 ribu jamaah. Kapasitas ruangan shalat utama mencapai 9.000 jamaah, sedangkan dua ruangan lainnya di sebelah ruang utama, masing-masing berkapasitas 1.500 jamaah, khusus untuk Muslimah.

Masjid ini makin megah karena diapit empat menara setinggi 115 meter di empat sudut. Jumlah kubah yang menambah keindahan Masjid Syekh Zayed mencapai 57 buah, menaungi halaman dalam dan gedung utama. Kubah masjid ini dihiasi marmer putih dan dekorasi interiornya juga terbuat dari marmer. Halaman masjid itu dilapisi marmer dengan desain motif bunga dan ukurannya mencapai 17 ribu meter persegi.


Masjid tersebut mulai dibangun pada 2006 dan selesai pada 2007. Pembangunan Masjid Syekh Zayed menelan biaya sebesar 8 juta dolar AS

Artikel diatas diambil dari: http://ristu-hasriandi.blogspot.com/2010/07/syekh-zayed-masjid-terbesar-ketiga-di.html
shareinvisible detector